Stop Membulliku!
Hari-hariku
Menyeruput segelas luka
Menimbun tumpukan hina
Memunguti serpihan duka
Dalam keruhnya telaga air mata
Bergelayut kantung mataku yang bungkuk
Pun seolah deretan gigi yang gingsul enggan bersorak sorai
Di tengah kerumunan tawa mereka
Ya!
Aku menelan cerca
Aku menikahi cela
Membiarkan murka hanya mewadah di dada
Menukikkan semangkuk iba dalam getar merana
Aku ingin meronta!
Namun jemariku telah lebih dahulu kau potong semua
Akupun berharap sama
Membiaskan secuil beda rupa dan tahta
Kali ini kubertanya
Apa aku pernah goresmu luka?
Apa kau bahagia kalaku lara?
Stop membulliku kawan!!
Bukankah aku juga sama makhluk Tuhan?